Belajar Aktif


A. Pendekatan Belajar Aktif

Belajar Aktif adalah cara pandang yang menganggap belajar sebagai kegiatan membangun makna/pengertian terhadap pengalaman dan informasi, yang dilakukan oleh si pembelajar, bukan oleh si pengajar, serta menganggap mengajar sebagai kegiatan menciptakan suasana yang mengembangjkan inisiatif dan tanggung jawab belajar si pembelajar sehingga berkeinginan terus untuk belajar selama hidupnya dan tidak tergantung pada guru/orang lain bila mereka mempelajari hal-hal baru.

Pandangan guru seharusnya;Mengangap guru lebih sebagai tukang kebun yang merawat dan memelihara tanaman dari pada sebagai penuang air yang menuangkan air ke dalam gelas kosong.

Menganggap siswa lebih sebagai tanaman yang memiliki kemampuan untuk tumbuh sendiri dari pada sebagai gelas kosong yang hanya dapat penuh bila ada yang mengisi.

B. Perlu Belajar Aktif

Paling sedikit ada tiga alas an mengapa belajar aktif perlu diterapkan:

1. Karakteristik Siswa.
– Rasa ingin tahu yang merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap kritis
– Imajinasi yang merupakan modal berfikir dan berperilaku kreatif

2. Hakikat belajar
Belajar adalah proses menemukan dan membangun makna/pengertian oleh si pembelajar terhadap informasi dan pengalaman yang disaring melalui persepsi, pikiran, dan perasaan si pembelajar. Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. Pengetahuan dibangun sendiri oleh si pembelajar.

3. Karakteristik lulusan yang dikehendaki.
Agar mampu bertahan dan berhasil dalam hidup, lulusan yang diinginkan adalah generasi yang:
– Peka (berarti berpikir tajam, kritis, dan tanggap terhadap pikiran dan perasaan orang lain)
– Mandiri (berarti berani dan mampu bertindak tanpa selalu tergantung pada orang lain), dan
– Bertanggung jawab berarti siap menerima akibat dari keputusan dan tindakan yang diambil.

C. Suasana Belajar Aktif

Suasana belajar aktif adalah suasana belajar mengajar yang membuat siswa melakukan:

1. Pengalaman
Anak akan belajar banyak melalui berbuat. Pengalaman langsung mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya melalui mendengarkan.
Mengenal benda terapung dan tenggelam akan lebih mantap bila mencoba sendiri secara langsung daripada hanya mendengarkan penjelasan guru. Demikian pula untuk hal lainnya.

2. Interaksi
Belajar akan terjadi dan meningkat kualitasnya bila terjadi suasana interaksi dengan orang lain. Interaksi dapat berupa diskusi, saling bertanya dan mempertanyakan, saling menjelaskan, dll. Pada saat orang lain mempertanyakan pendapat kita atau apa yang kita kerjakan maka kita terpacu untuk berpikir menguraikan lebih jelas lagi sehingga kualitas pendapat itu lebih baik.

3. Komunikasi
Pengungkapan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tulisan, merupakan kebutuhan setiap manusia dalam rangka mengungkapkan dirinyauntuk mencapai kepuasan. Pengungkapan pikiran, baik dalam rangka mengemukakan gagasan sendiri atau menilai gagasan orang lain, akan memantapkan pemahaman seseorang tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipelajari.

4. Refleksi
Bila seseorang mengungkapkan gagasannya kepada orang lain dan mendapat tanggapan maka orang itu akan merenungkan kembali (refleksi) gagasannya, kemudian melakukan perbaikan sehingga memiliki gagasan yang lebih mantap. Refleksi dapat terjadi sebagai akibat dari interaksi dan komunikasi. Umpan balik dari guru atau siswa lain terhadap kerja seorang siswa, yang berupa pertamyaan menantang (membua siswa berpikir) dapat merupakan pemicu bagi siswa untuk melakukan refleksi tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipelajari.

D. Sikap Guru yang Menerapkan Belajar Aktif
Sesuai dengan pengertian mengajar di atas, yaitu menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar siswa, maka sikap dan perilaku guru hendaknya ;
1. Terbuka, mau mendengarkan pendapat siswa
2. Membiasakan siswa untuk mendengarkan bila guru atau siswa lain berbicara/bertanya.
3. Menghargai perbedaan pendapat
4. Mentolelir ‘salah’ dan mendorong untuk memperbaiki
5. Menumbuhkan rasa percaya diri siswa
6. Memberi umpan balik terhadap hasil kerja siswa
7. Tidak terlalu cepat membantu siswa
8. Tidak kikir memuji atau menghargai.
9. Tidak menertawakan pendapat atau hasil karya siswa sekalipun kurang berkualitas.
10. Mendorong siswa untuk tidak takut salah dan berani menanggung resiko.

E. Ruang Kelas yang Menunjang Belajar Aktif
1. Berisi banyak sumber belajar, seperti buku dan benda nyata
2. Berisi banyak alat bantu belajar, seperti batu, lidi, tanaman, dan alat peraga.
3. Berisi banyak hasil kerja siswa, sperti lukisan, laporan percobaan, dan alat hasil percobaan.
4. Letak bangku dan meja diatur sedemikian rupa sehingga siswa leluasa untuk bergerak.

sumber:buku Pembelajaran Aktif, British council